Press "Enter" to skip to content

Fahri, Syafrizal Siap Rebut Posisi Bupati

Beritabuana.com–Dua orang kader Gerindra Kabupaten Batubara, Fahri Meliala dan Syafrizal, menyatakan kesiapannya untuk merebut posisi puncak pimpinan eksekutif di daerah itu. Hal itu merupakan respons pasca Ketua DPC, Muhammad Rafik mencetuskan gagasan menempatkan kadernya menjadi bupati pada kabupaten yang memiliki 12 kecamatan tersebut.

Syafrizal mengungkapkan, gagasan yang dilontarkan itu, dianggapkan merupakan bagian dari semangat membesarkan kader. Namun untuk mencapai hal ideal itu tentu saja perlu mencermati situasi dan kencenderungan politik menjelang pilkada nantinya.

“Artinya setiap kader kan berkesempatan untuk maju sebagai calon Bupati Batubara ataupun di kabupaten manapun. Tetapi untuk kepastian itu banyak faktor yang menentukan. Rekomendasi dari pusat adalah faktor utama” Kata Syafrizal kepada Medan Merdeka, Simpang Gambus (8/9)

Dia juga menilai, sejauh ini dukungan positif masyarakat terhadap partaiya dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam mewujudkan upaya merebut posisi bupati. setidaknya hal itu terlihat dari dukungan politik masyarakat pada pemilihan umum legislatif dan pilkada gubernur. Selain itu, harapan besar juga tampak pada hasil pilpres, dimana Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto menggungguli Jokowi di daerah itu.

“Alhamdulillah, (masyarakat) memang antusias. Karena mungkin Partai Gerindra dianggap masyarakat dapat mengantarkan aspirasi masyrakat yang ada di Kabupaten Batubara. Terutama masyarakat petani, nelayan dan juga masyarakat yang duduk dibawah gars kemiskinan” papar Syafrizal yang memegang tampuk Wakil Ketua DPRD setempat.

Terkait dengan itu, Fahri Meliala menganggap gagasan dalam merebut posisi bupati di Batubara tersebut, perlu dibarengi dengan sejumlah langkah yang terarah dan berkesinambungan. Terutama dengan masalah yang berhubungan dengan kemampuan partai dalam mendorong terciptanya kesejahteraan sosial dan kemakmuran warga di daerah itu.

Ia mencontohkan, masalah pengelolaan sumberdaya alam harus turut melibatkan potensi penduduk lokal, sehingga manfaat dan keuntungan secara finansial tidak hanya diraup oleh pemilik investasi dari luar daerah yang menjalankan bisnis operasional di kawasan itu.

Yang juga penting menurut dia adalah kemampuan memperjuangkan aspirasi saat reses, serta peningkatan soliditas para kader dan pengurus yang tersebar hingga ke pelosok desa.

“Kami dari sekarang mengadakan konsolidasi pada setiap ranting, PAC, turun ke bawah langsung dan menjalankan roda organisasi sesuai dengan AD/ART kami” tutur Fahri yang lolos ke legislatif dari Dapil IV Seisuka-Medangderas itu.****khairul indra

.