Press "Enter" to skip to content

Ini Pemenang FFA Dan FTA 2018:

Beritabuana.com–Penjurian film dan teater FFA dan FTA 2018 yang dilakukan Onny Kresnawan (SFD), Opik Pradana (Opic Picture), Keumala Dewi (PKPA), Edy Siswanto (pegiat teater), Suryadi (Dinas P3A Sumut) dan Meutia Anggraini (Forum Anak Kelurahan Deli Tua)

Juara I untuk kategori film fiksi adalah Syndrome produksi Ninestar Community, juara II Luntur Jadi Mujur produksi Youth Sahabat Kota Community, juara III Paham produksi Tripart.

Juara I-III film kategori dokumenter adalah Metamorfosis produksi Movie Maker Muslim Medan, My Life My Coice produksi Syafakha Production fan Anak Warnet produksi Pibar Production.

Pemenang kategori teater juara I-III adalah Mimpi Syafira 2 dai Teater 8, Rumah Air Mata dari teater Teknos dan juara III Seribu Wajah dari teater Eceng Gondok.

Festival ini juga memilih Rangga Surbakti sebagai sutradara terbaik untuk film fiksi berjudul Syndrome, Farhan Gani Lubis (kameramen terbaik film Hoax), Rangga dan Afif Khadadi sebagai editor terbaik untuk film berjudul Syndrome, Gurti Mahfi Syahfurtra sebagai pemeran terbaik pria untuk film Syndrome dan Tasya Widya Jayantikasebagai pemeran perempuan terbaik untuk film Privacy.

Kategori pemenang terbaik kategori film dokumenter adalah Mardiansyah sebagai kameramen terbaik dalam film berjudul Anak Warnet, Imam Syuhada As-Salim sebagai editor dan sutradara terbaik untuk film Metamorfosis.
Seluruh pemenang FFA dan FTA ini, selain menerima piala dan sertifikat juga memperoleh uang tunai dari panitia yang didukung sponsor Kinder not Hilfe (KNH), Trirta Sibayakindo dan Universitas Medan Area.

Penganugerahan FFA dan FTA 2018 yang dihadiri undangan dari berbagai lembaga pemerintah dan non pemerintah, dunia usaha, perwakilan sekolah-sekolah serta komunitas film dan teater di Medan tersebut juga menampilkan aneka tari, lagu dan serta pengumpulan donasi untuk korban gempa bumi dan tsunami di Palu, dimana PKPA juga melakukan program untuk anak-anak di sana.***rel

Comments

.